AutoCount
SaaS akuntansi dan ERP buatan Malaysia yang dipakai 200.000+ perusahaan Sdn Bhd
AutoCount adalah suite akuntansi dan ERP buatan Petaling Jaya yang paling cocok untuk perusahaan Sdn Bhd Malaysia yang butuh compliance LHDN e-Invoice dan penanganan SST. Keunggulannya ada di dominasi pasar yang murni — 200.000+ pelanggan UKM Malaysia dan ekosistem akuntan lokal yang sudah hafal produknya — plus dukungan LHDN MyInvois yang dirilis tepat waktu untuk mandat 2026. Catatannya, praktis cuma cocok di Malaysia, dan UX-nya kelihatan jadul dibanding Xero atau FlowAccount.
- ✓Menguasai pasar akuntansi UKM Malaysia dengan 200.000+ pelanggan Sdn Bhd aktif
- ✓Integrasi LHDN MyInvois e-Invoice dirilis tepat waktu untuk mandat 2026
- ✓Ekosistem akuntan lokal sudah terlatih di AutoCount — friksi onboarding rendah
- ✓Sync native Shopee, Lazada, dan TikTok Shop via partner seperti Zetpy, SiteGiant, PayRecon
- ×UX-nya jadul dibanding Xero atau FlowAccount — ada learning curve untuk pengguna baru
- ×Terbatas di luar Malaysia dan Singapura — nggak cocok untuk ops Thailand atau Indonesia
- ×Model harga license-plus-cloud lebih berantakan dibanding kompetitor subscription murni
- ×Edisi desktop masih umum di lapangan — migrasi ke cloud nggak merata di tiap reseller
Tentang AutoCount
AutoCount adalah suite akuntansi dan ERP yang berkantor pusat di Petaling Jaya, menguasai pasar akuntansi UKM Malaysia dengan 200.000+ pelanggan Sdn Bhd aktif. Kuat di SST Malaysia dan mandat e-Invoice yang baru, ritel multi-cabang, serta inventory untuk bisnis trading dan distribusi.
Fitur Utama
Cocok Untuk
Kecocokan Asia Tenggara
AutoCount owns the Malaysian SME accounting market in 2026, particularly among Chinese-Malaysian trading and distribution businesses. Pricing is roughly MYR 1,880 to MYR 4,800 per year for the cloud edition depending on user count, and one-time license fees for the desktop edition. The LHDN MyInvois e-Invoice handling shipped on schedule for the 2026 mandate, ahead of most international vendors. Xero is cleaner UX but weaker on Malaysian SST and e-Invoice; FlowAccount handles Thailand. For Malaysian-only Sdn Bhd accounting, AutoCount is the safe default that the local accountant ecosystem already knows how to work with.
- Malaysia
- Singapore
Integrasi
- E-commerce
- Shopee
- Lazada
- TikTok Shop
- Other
- Zetpy
- SiteGiant
- PayRecon
We verify pricing and features via official vendor documentation and live platform audits. Software-listing.com is independent and may earn affiliate commissions from some links.
Analisis & Panduan Terkait
The questions operators actually ask.
Apakah AutoCount compliant LHDN e-Invoice?
Ya, AutoCount merilis integrasi LHDN MyInvois tepat waktu untuk mandat 2026, lebih dulu dari kebanyakan vendor internasional. Inilah alasan utama akuntan Malaysia tetap pakai AutoCount selama masa transisi.
Apakah bisnis Thailand atau Indonesia sebaiknya pakai AutoCount?
Tidak. AutoCount dirancang khusus untuk SST, EPF, SOCSO, dan e-Invoice Malaysia. Untuk Thailand pakai FlowAccount, untuk Indonesia pakai Mekari Jurnal atau Accurate, untuk cross-SEA pakai Xero atau HashMicro.
Bagaimana AutoCount dibandingkan Xero di Malaysia?
AutoCount menang di SST Malaysia, e-Invoice, dan jaringan akuntan lokal. Xero menang di UX dan workflow cloud-first. Untuk akuntansi Sdn Bhd Malaysia di 2026, AutoCount jadi pilihan default yang lebih aman.
Berapa biaya AutoCount?
Edisi cloud sekitar MYR 1.880 sampai MYR 4.800 per tahun tergantung jumlah user. Edisi desktop pakai biaya lisensi sekali bayar dengan kontrak support tahunan terpisah.